This audio is private

Embed Code (recommended way)
Embed Code (Iframe alternative)
Please login or signup to use this feature.

Bagai dalam gelembung air aku berdiri. Berjalan tanpa tujuan,mengitari tepi-tepi karang yang tajam. Adakalanya aku terjatuh, tertatih-tatih mencoba bangkit kembali dengan goresan luka yang menyayat diri. Dalam langkah-langkah kaki yang semakin lunglai, perasaan gelisah itu datang lagi. Perasaan hampa itu menghampiri diri. Ada tiada kesangkupan untuk menjalani hidup ini. Ada perasaan yang tak bisa terungkap, yang slalu mengitari lubuk hati. Rasa gelisah itu kian menyiksa. Seolah-olah menusuk aku dari depan secara bertubi-tubi. Aku tak tahu perasaan apa yang ku pendam dalam hati ini. Amarah, kasih sayang, curiga atau sesuatu yang lain. Entah ! sampai kini aku tak menemukan jawaban yang pasti. Namun bila hati ini teringat padaNya, disitulah ku temukan kekuatan diri. Kekuatan yang ku rasa tak pernah mati. Kekuatan yang selalu menyertai diri. Yang membuat aku merasa tak pernah sendiri. Tuhan kuatkah aku seperti ini. Mampukan aku tetap berdiri di kakiku sendiri ?. Mampukah aku mengitari perasaan-perasaan gelisah ini ?. Engkau yang Maha Tahu ya Robb. Tak ada seutas tali tempatku bergantung selain taliMu. Tak ada temanku dikala aku sendiri, selain Engkau disisiku ya Robbi. Kekuatan yang kau hamparkan padaku, itulah yang ku coba nikmati saat ini. Kekuatan yang membuat aku sedikit bertahan, dari mata-mata dunia yang selalu mengintip. Yang membisikkan sesuatu yang menambah dosa selama ku di duniaMu ini. Ya Allah ya Tuhanku! Akankah kekuatan itu bertahan dalam diri ini ? akankah aku tetap merasakanMu disaat rasa gelisahku mulai menghampiri ? atau ku tinggalkan Engkau dalam jiwa kekafiranku sendiri. Ya Allah ! Engkau yang maha tahu ya Robb. Sering ku sesali kehadiran diri ini. Sering ku sesali kelahiran diri ini. Sering ku sesali diriku sendiri. Tapi di satu sisi KekuatanMu menepis bayang-bayang itu yang sering berbisik ke lubuk hati seakan-akan engkau berkata “ kau ku hadirkan ke dunia ini untuk menyembah aku, untuk mengingat aku, walau seluruh isi dunia ini tak dapat kau gapai, yakinlah Aku dapat kau gapai, dapat kau nikmati. Jadi nikmati saja apa yang ku berikan padamu “. Tapi Tuhanku, Segala perasaan ini, segala kenikmatan ini begitu kuat menjadi ujianMu bagiku. Sungguh aku sebenarnya tak tak sanggup menikmati semua yang Kau berikan padaku Wahai Robb ku. Karna aku terlalu lemah untuk menghadapi perasaan-perasaan ini. Aku terlalu lelah ya Robb. Kadang aku malu bila harus menyucurkan air kembali. Terlalu cengeng! Tapi itu tak dapat ku bendung. Semakin deras air mata yang terjatuh dari pelupuk mataku ini, semakin aku menyadari betapa dekatnya engkau padaku ya Robb. Aku menyadari bahwa aku bukanlah hamba yang menjadi pilhan Mu. Karna aku hanya seorang insan yang terbalut dosa, yang tak mungkin mulia di depanMu. Ditengah-tengah cintaku padaMu, syetan masih menhampiriku, mengajakku melakukan maksiat padaMu. Tuhanku sampai kapan aku begini? Sampai kapan perasaan ini membalut jiwaku. Aku semakin rapuh wahai Rohimku.

Licence : All Rights Reserved


X